Jadi Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan Tanah Rp 149 M, Kini Sudikerta Resmi Ditahan

Jadi Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan Tanah Rp 149 M, Kini Sudikerta Resmi Ditahan – Bekas Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta sah ditahan polisi. Sudikerta sah ditahan sehabis menekuni pengecekan saat kira-kira 5 jam.

” Telah ditahan Sudikerta, ” kata Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho melalui pesan singkat, Kamis (4/4/2019) .

Yuliar belum memberikannya info detil sehubungan masalah Sudikerta maupun narasi terkait penangkapan orang politik Golkar itu di bandara.

Di Ditreskrimsus Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (4/4) , sampai jam 19. 45 Wita, Sudikerta belum keluar dari area pengecekan. Selain itu, beberapa penyidik maupun orang yg menemani Sudikerta kelihatan lalu-lalang.

Sudikerta diamankan tadi siang di Gate 3 Penerbangan Domestik Bandara Ngurah Rai. Sudikerta didapati memiliki rencana terbang ke Jakarta.

” Terduga SDK telah diamankan Kamis, 4 April 2019, jam 14. 19 Wita, di Gate 3 penerbangan domestik arah ke Jakarta di Bandara Ngurah Rai, Bali, ” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja saat diminta konfirmasi, Kamis (4/4) .

Sudikerta datang di Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, kira-kira jam 15. 00 Wita. Sampai sekarang ini Sudikerta masihlah menekuni pengecekan di area penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Bali. Dari balik pintu, Sudikerta kelihatan di tandatangani beberapa dokumen dan didampingi seseorang pria botak berkemeja batik.

Bekas Ketua DPD Golkar itu menggunakan kaus polo berwarna putih serta kelihatan menggunakan kacamata hitam. Sudikerta cuma tersenyum serta menangkis camera wartawan. Dikawal penyidik yang menggunakan kaus putih serta bertopi hitam, Sudikerta senantiasa berjalan ke lantai tiga Ditreskrimum Polda Bali.

Bekas Wakil gubernur Bali itu diputuskan jadi terduga masalah penipuan serta penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun yang kemarin. Ia disangka menipu bos Maspion, Alim Markus, dalam jual-beli tanah. Kecuali masalah itu, Sudikerta dijaring kasus pencucian uang.

Sudikerta dijaring dengan Kasus 378 KUHP serta/atau Kasus 263 ayat (2) KUHP serta/atau Kasus 3 UU Nomer 8 Tahun 2010 terkait pemberantasan serta mencegah tindak pidana pencucian uang, dengan intimidasi hukuman optimal 20 tahun penjara. Sudikerta terancam juga denda Rp 10 miliar.

Sudikerta adalah Wakil gubernur Bali periode 2013-2018. Ia adalah wagub di masa Gubernur Made Pastika. Sebelum jadi wakil gubernur, Sudikerta adalah Wakil Bupati Badung. Pada 2018, ia coba peruntungan dengan maju ke Pilgub Bali tetapi kalah oleh saingannya, yakni Wayan Koster, yg saat ini berubah menjadi Gubernur Bali.