Jalan Tol Kuciran – Bandara Akan Dipercepat Pembangunannya

Jalan Tol Kuciran – Bandara Akan Dipercepat Pembangunannya – Pemerintah mesti pro aktif mencari penyebabnya belum berjalannya pembangunan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) . Walau sebenarnya, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol ini sudah dilaksanakan mulai sejak 2009 dengan Tim Pembebasan Tanah pertama dibuat pada 2010.

Ketua Institute Transportasi Indonesia Darmaningtyas menyampaikan, pemerintah serta beberapa pemangku kebutuhan butuh mengakselerasi sistem pembangunan jalan tol Kunciran-Bandara. Pasalnya, kehadiran jalan tol itu tidak cuma mendukung aksesabilitas ekonomi serta sosial orang-orang naaksesibilitasmun juga beresiko ekonomi nasional.

“Kami memanglah tak miliki penelitian pribadi yang menyangkut load traffic dari lokasi Tangerang serta sekitarnya menuju Cengkareng terlebih Bandara, sehari-harinya. Tetapi dari pemantauan yang ada, memanglah keadaan lalu-lintasnya macet, ” tutur dia dalam info tercatat di Jakarta, Senin (3/4/2017) .

Terdapat banyak akibat, baik dengan cara ekonomis, ekologis, ataupun sosial, yang diakibatkan oleh keadaan lalu-lintas seperti itu. Dengan cara ekonomis, keadaan kemacetan ini bakal mengakibatkan terjadinya pemborosan cost utk terhubung tempat arah.

Biaya bahan bakar serta saat yang terbuang sia-sia di jalan bakal mengakibatkan tingkat produktifitas orang-orang rendah. Sementara, di Tangerang serta sekitarnya banyak industri serta perusahaan yang produksi banyak diangkut menuju ke bandara ataupun pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Jalan Tol Bandara-Batuceper-Kunciran juga jadi lintasan alternatif menuju ke Bandara Soekarno Hatta ataupun pelabuhan Tanjung Priok, ” ungkap dia.

Sedang, untuk orang-orang umum yang berurusan utk menuju Bandara Soekrano-Hatta ataupun lokasi Barat serta Utara Jakarta juga alami kendala lantaran kemacetan lalu-lintas.

Mengakibatkan, lanjut Darmaningtyas, bukan cuma mengakibatkan cost BBM yang naik, akan tetapi juga hilangnya saat produktif, dan polusi hawa yang dibuat oleh kendaraan yang menderu lambat di jalanan.

Tetapi, dia memiliki pendapat bila sekarang ini perubahan proyek pembangunan jalan tol itu hadapi permasalahan perihal dengan pembebasan tempat, jadi pemerintah serta pihak perihal mesti menolong, bukanlah tambah sama-sama menghalangi.

“UU Nomor 2 Th. 2012 mengenai pengadaan tanah untuk pembangunan utk kebutuhan umum. Tetapi, pastinya kompensasi yang didapatkan terhadap orang-orang harus sesuai sama serta layak. Artinya win-win solution-lah, ” kata dia.

Disamping itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhidin Mohamad Said menyampaikan pihaknya bakal berusaha mencari penyebabnya belum terlaksananya pembangunan tol Kunciran-Bandara ini.

Menurutnya, utk mengawali konstruksi jalan tol, lebih dulu mesti lihat keseluruhnya perkembangan pembebasan lahannya. Ini utk meyakinkan supaya pembangunannya tetaplah berlanjut sampai usai.