Karena Kebanyakan Minum Tuak Syaiful Tewas

Karena Kebanyakan Minum Tuak Syaiful Tewas – Peristiwa nahas menerpa salah seseorang warga, Syaiful panggilan Ful (40) , di Nagari Kotobangun, Kecamatan Kapur IX, Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Korban diketemukan tewas selesai didapati menenggak minuman tradisionil model tuak, sejak mulai Selasa (16/1) malam sampai Rabu (17/1)
awal hari berbarengan dua orang temannya.

Jenazah korban diketemukan terbaring di diantara satu palanta tempat istirahat ada persis ada didepan warung salah seseorang warga bernama Linsar, Jorong Sukakarya, Nagari Lubuakalai, Kecamatan Kapur IX, Rabu (17/1) awal hari.

” Benar, kita menemukannya warga udah tak bernyawa di diantara satu palanta, didapati terlebih dahulu korban berbarengan dua orang temannya selesai meminum-minuman keras tradisionil model tuak, ” kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis didampingi Kepala Grup Reserse Kejahatan, AKP Anton Luther serta KBO Reskrim, Iptu Muhammad Arvi.

Sama sesuai data rangkaian kabar dari Polres Limapuluh Kota, malam terlebih dahulu, Ful berbarengan dua orang temannya, Sulaiman panggilan Sule (67) serta Buyung Syaipul (55) , minum tuak dirumah Kifli panggilan Kipit (36) sebagai adik kandung korban.

Tengah malamnya, korban berbarengan dua orang temannya itu bertolak ke nagari tetangganya serta menyambung minum tuak di warung punya warga bernama Linsar. Kala itu didapati udah awal hari.

Tak lama berselang, Ful, kelihatan seperti udah mabuk berat serta jalan sempoyongan sampai palanta tempat istirahat yg ada didepan warung. Mengerang kesakitan pada bagian dada, selanjutnya korban terdiam serta didapati udah wafat.

” Menurut hasil visum luar yg dilaksanakan tenaga medis dr Rini, tak diketemukan tanda tanda penganiayaan pada badan korban. Begitu pula pada muntah korban juga tak diketemukan tanda tanda keracunan yg kebanyakan disinyalir dengan busa serta muntah, ” kata Kapolres AKBP Haris Hadis.

Keluarga korban udah mengikhlaskan kepergian saudaranya. Sebab terlebih dahulu didapati keluarga korban sebagai warga asli Kabupaten Pasaman Timur itu, benar-benar selesai meminum tuak. Maka tak bersedia utk dilaksanakan autopsi.

” Idenya korban bakal dibawa pihak keluarga ke Kabupaten Pasaman Timur, kampung halamannya utk dimakamkan, ” kata KBO Reskrim Polres Limapuluh Kota, M. Arvi.