Kepergok Bawa Batang Kayu, Pria 53 Tahun di Malang Ditahan Polisi

Kepergok Bawa Batang Kayu, Pria 53 Tahun di Malang Ditahan Polisi – Buamin, penduduk Tlogorejo, Pagak, Kabupaten Malang, ditahan polisi lantaran ditemui membawa sebatang kayu Sono Keling. Kayu dibawa Buamin dari ruangan RPH Perhutani Sengguruh. Sebelumnya petugas Perhutani ditempat mempergoki terduga membawa batang kayu itu.

” Perkara adalah penyerahan dari Perhutani. Kami mengatasi sesuai pelanggaran hukum yg dikira dilaksanakan oleh terduga. Saat ini dalam proses penyelidikan, ” jelas Kapolsek Pagak AKP Harnoko, Rabu (31/10/2018) .

Perkara yg menerpa pria 53 tahun itu pernah dipublish di facebook. Isi tulisan itu menuturkan kalau kayu yg dibawa Buamin udah 1 tahun tergeletak di ladang garapan Buamin di daerah rimba Perhutani. Tulisan pun menuliskan sepenggal kalimat ‘Begini ini kasus2 rakyat kecil yg jauh dari jangkauan banyak advokat berdasi’.

Bagaimana narasi sesungguhnya? Awal mulanya, petugas Perhutani memohon pemberian Polsek Pagak buat mengamankan seseorang pria yg terakhir didapati bernama Buamin yg tertangkap tangan membawa sebatang kayu, Senin (22/10/2018) .

Kayu diangkut pemeran dengan motor Yamaha Vega tiada ditambahkan nomer polisi. Barang untuk bukti diambil Buamin dari daerah rimba Petak 4 RPH Sengguruh, Desa Tlogorejo, Pagak, Kabupaten Malang.

” Pemeran merupakan penduduk yang menyelesaikan area di daerah Perhutani. Kala membawa kayu model Sono Keling gak diikuti dokumen, serta selanjutnya dilaksanakan perlakuan hukum, ” papar Harnoko.

Dalam pencarian, petugas menemukannya dua batang kayu model yg sama dalam rumah terduga. Semua kayu yg dibawa Buamin sudahlah cukup lapuk. Penyitaan lantas dilaksanakan berbarengan motor yg dimanfaatkan mengusung sebatang kayu hasil pencurian.

Tiga batang kayu sono keling diambil petugas punyai panjang 60 hingga 120 cm. dengan diameter 15 hingga 25 cm. dari tangan terduga.

Buamin dikira udah mengambil kayu model sono keling tiada ditambahkan dokumen kepemilikan resmi. Tingkah lakunya melanggar Clausal 12 huruf E Jo Clausal 83 ayat 1 Undang-Undang Nomer 18 Tahun 2013 Terkait Mencegahan serta Pemberantasan Perusakan Rimba sampai menimbulkan kerugian sebesar Rp 10. 237. 000.

Instansi Pemberian Hukum (LBH) Malang memiliki rencana berikan pendampingan hukum pada Buamin. Usaha wujudkan lantas dilaksanakan dengan menjumpai terduga dan penyidik.

” Kami tengah usaha ke sana (advokasi) , diawali terlebih dulu dengan bersua terduga lebih dahulu serta penyidik. Apa udah ada pendamping hukum atau mungkin tidak. LBH siap berikan pendampingan terhadap terduga kedepannya, ” kata Team Advokasi LBH Malang, Satria M. A Marwan.