Menyerahkan Diri Ke Polisi Sesudah Berkonsultasi Dengan Pamannya

Menyerahkan Diri Ke Polisi Sesudah Berkonsultasi Dengan Pamannya – Sandi Haryanto (37) terasa tak tenang sesudah tahu korban yang dia jambret wafat disebabkan terjatuh dari motor. Dia pada akhirnya pilih menyerahkan diri ke polisi sesudah berkonsultasi dengan pamannya.

Penjambretan berlangsung pada Senin 3 Juli 2018 lalu di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Korban, penumpang ojek on-line yang berinisial W (37) segera jatuh dari motor serta wafat, lantaran menjaga tasnya waktu itu.

Sandi mengakui baru tahu korbannya wafat 3 hari sesudah aksinya itu. Dia paham korban wafat sesudah melihat tv.

” (Tahu) melalui TV, ” kata Sandi di Mapolres Jakarta Pusat, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Sesudah tahu korban wafat, Sandi dihantui rasa bersalah. Dia gelisah sampai pada akhirnya membuka tindakannya itu pada pamannya, Edi.

” Perasaan saya maka tidak tenang, saya terasa bersalah. Pada akhirnya saya memiliki jalan keluar saya untuk menyerahkan diri namun saya minta tolong sama pakde saya. Saya bercerita dengan sebenarnya beliau ingin mengantarkan saya, ” jelasnya.

Saat sebelum bercerita itu pada pamannya, Sandi sempat juga ‘curhat’ pada ayah mertuanya. Tetapi, pamannya yang lalu bersedia mengantarnya ke polisi.

Sandi meyerahkan diri ke Polsek Jagakarsa pada Minggu (8/7) sore. Polsek Jagakarsa lalu bekerjasama dengan Polres Jakarta Selatan, sampai pada akhirnya Sandi diserahkan ke Polsek Metro Jakarta Pusat untuk penyelidikan selanjutnya.