Penangkapan Bandar Sindikat Uang Palsu Madura

Penangkapan Bandar Sindikat Uang Palsu Madura – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Spesial Bareskrim Polri buka sindikat peredaran dan pembuatan uang palsu di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Enam tersangka ditangkap atas problem ini.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Spesial Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya menduga uang palsu produksi sindikat Bangkalan ini sudah mengedar di enam provinsi. Menurut Agung, informasi ini didapat dari Bank Indonesia.

” Kami miliki ada di enam provinsi. Uang ini sudah mengedar, tersangka demikianlah kali telah hasilkan, ” kata Agung di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Enam provinsi itu yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Bali. Di semasing provinsi, kata Agung, di tahu uang palsu yang jumlahnya berbeda.

Agung menduga tetap masih ada aktor lain dari sindikat pembuat uang palsu asal Bangkalan ini. Mereka, papar dia, melakukan tindakan jadi pengedar uang palsu itu.

” Tentunya tetap kami kembangkan dan kejar aktor yang mengedarkan, ” ucap Agung.

Tempat

Pengungkapan problem ini bermula dari penangkapan dua orang pengedar di tempat Majalengka, Jawa Barat, pada Senin, 9 Oktober 2017. Dua orang itu berinisial S dan M.

” Kami amankan 310 lembar uang palsu. Lantas sudah identifikasi, hasil memang uang palsu. Karna nomor serinya sama, ” ungkap Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Spesial Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Usai menangkap S dan M, penyidik lantas laksanakan pendalaman. Dari informasi ke-2 tersangka, di tahu uang palsu punya mereka datang dari seseorang berinisial R yang berada di Surabaya, Jawa Timur. Pengejaran pada R ditangani pada Rabu, 11 Oktober 2017.

Dari tangan R, polisi rasakan tiga lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. R mengaku uang itu diproduksi oleh suaminya berinisial I. Tempat produksi uang palsu tak lain yaitu hunian pribadi dua pasutri ini.

” Kami miliki tempat pembuatan uang palsu, yaitu ada di Jalan Jaya Wijaya, Bangkalan, Madura, ” ucap Agung.

Agung tambahkan, dari penggeledahan di rumah I itu, anak buahnya rasakan sebagian alat pencetak uang palsu. Salah satunya seperangkat computer, printer mesin ofset, oven, sebagian ribu kertas, dan alat sablon. Tidak hanya itu, polisi juga menangkap T, orang yang turut membantu I dalam buat uang palsu.

” Dalam buat upal (uang palsu) ini dibantu oleh saudara T untuk system membuatnya. Kami tetap masih dalami lagi, ” tutur Agung.

Pencarian tetap ditangani untuk memburu I, aktor paling butuh pembuat uang palsu ini. Pada Kamis, 12 Oktober 2017, polisi menangkap I di dalam gua satu rimba Taman Nasional Baluran, Situbondo. Agung sebutkan, I punyai tekad bersembunyi di gua karna jauhi kejaran polisi.

” Dia bersembunyi di gua atas tips orang pintar dengan kata beda dukun, ” kata Agung.

Tidak berhenti di situ, memang ada seseorang yang punyai tekad menyuruh I hasilkan uang palsu. Orang itu di tahu berinisial AR. Menurut Agung, AR ini yang membiayai produksi uang palsu itu pada I. AR ditangkap di tempat Cirebon, Jawa Barat.

” Dia yang membiayai system pembuatan uang palsu. Dia menyerahkan Rp 120 juta untuk belanjakan alat-alat, ” papar Agung.