Seorang Gembala Sapi i Makassar Ini Dianiaya Warga, Gara-gara Ini

Seorang Gembala Sapi i Makassar Ini Dianiaya Warga, Gara-gara Ini – Seseorang penggembala sapi dianiaya sebab sapi yang digembalakannya masuk rumah masyarakat. Penggembala muda ini bahkan juga sampai tidak sadarkan diri waktu dianiaya.

Penggembala ini didapati bernama Reza (16). Sebelum peristiwa pada Selasa (19/2) siang tempo hari, ia tengah menggembalakan sapi punya Daeng Sikki dalam suatu tanah di kompleks Perumahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

“Kepala saya dipukul gunakan kayu besar sampai tidak sadarkan diri,” kata Reza waktu didapati detikcom di kediamannya d Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Rabu (20/2/2019).

Reza menceritakan, sapi-sapi yang digembalakan dianya waktu itu ditempatkan dalam suatu rumah kosong. Sebab terasa haus, dianya lantas pergi ke arah warung paling dekat untuk beli minuman. Tidak diduga ada seseorang masyarakat yang berteriak supaya sapi yang digembalakan Reza dijaga.

“Saya hanya beli minum. Waktu kembali saya langsung dibuang batu besar serta terkena kaki saya. Lantas saya lari serta belakang saya dipukul kayu besar serta saya tidak sadarkan diri,’ katanya.

Dikatakannya, pria yang memukulnya itu diketahui dengan panggilan Haji Madol. Tiada menanyakan apa-apa, Reza langsung dianiaya. Bukan sekedar itu, Reza sudah sempat tunjukkan sisa luka lebam dibagian leher karena hantaman kayu.

“Saya diselamatkan sama tetangganya. Ia kasih saya air minum serta usap kepala saya dengan balsem waktu saya sadar,” katanya.

Di tempat yang sama, orang-tua Reza, Acce mengakui susah atas penganiyaan yang menerpa anaknya.

“Jika anak anak kan tinggal diberi tahu atau dimarahi atau dicubit jika nakal. Bukan dipukul sampai tidak sadarkan diri. Jika anak ini mati bagaimana?” kata Asse dengan suara jengkel.

Diakuinya telah dua bulan ini anaknya jadi penggembala sapi untuk mencari penambahan uang jajan. Ditambah lagi, Reza tidak bersekolah kembali. Sesudah penganiayaan ini berlangsung, keluarga besar Reza juga geram serta minta tidak ada perdamaian pada aktor serta lphaknya.

Selain itu, Kapolsel Manggala Kompol Hasni waktu di konfirmasi terpisah membetulkan peristiwa penganiayaan ini.

“Korban serta keluarganya telah memberikan laporan ke kami masalah pendapat penganiayaan ini,” papar melalui sambungan telephone.