Barang Dari Malaysia

Barang Dari Malaysia – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kal-bar bersama-sama Bea serta Cukai Entikong menangkap tiga pria yang membawa sabu seberat sekitar 4 Kg pada 17 Maret 2017 selanjutnya.
Direktur Direktorat Reserse Polda Kal-bar Kombes Pol Purnama Barus menuturkan, pelaku berinisial HR, IR serta HD. Sehabis dijalankan penyidikan, pelaku HD dibebaskan, lantaran cuma untuk sopir mobil. “Taggal 9 Maret, tersangka pergi dari Pontianak menuju Kuching. Alasannya pengen berobat, ” kata Barus selagi pemusnahan tanda untuk bukti di Direktorat Narkoba Polda Kal-bar, Senin (10/4).

Tersangka bersua salah satunya bandar di Malaysia. Bandar itu menitipkan barang haram ini, seterusnya dibawa ke Kal-bar. Di Entikong tersangka ditangkap petugas Bea serta Cukai Entikong. “Petugas di Entikong memberi kabar kita buat diamankan, berikut tersangka yang kita amankan, ” tangkisnya.

Pelaku memakai modus berpura-pura berobat ke Malaysia lantaran sakit stroke. Selanjutnya sesudah sampai di Malaysia tersangka bersua dengan bandar serta membawa 4 Kg sabu itu buat dipasarkan ke Kota Pontianak. “Sabu disimpan dalam tas. Ada dua tas, satu tas di isi 1 Kg, satunya lagi 3 Kg. Pelaku mengendarai mobil pribadi, ” tukasnya.

Polisi pernah tunggu bandar besar yang bakal menjemput tersangka. Sayangnya tdk sukses, dipicu info telah bocor duluan. Dalam melaksanakan aksinya, tersangka diupah dengan DP Rp 10 juta.

“Tersangka dijerat pasal 112 serta 114 Undang-Undang Nomer 35 th. 2009 terkait Narkotika. Ancamannya sedikitnya 20 th. penjara, ” tegasnya.

Kepala Bagian (Kabid) Kepabeanan Bea serta Cukai Entikong, M. Arif Setio Nugroho mengakui selalu menggali info. Merajut kerja sama juga dengan BNN bersama-sama kepolisian serta TNI dalam usaha memberantas peredaran narkotika lewat jalur perbatasan. “Kita juga selamanya menaikkan kebolehan petugas buat mendeteksi itu. Tidak cuman menggali info, kita juga mendeteksi sendiri contoh gerik penumpang selanjutnya ketidakwajaran yang penting dicek, ” kata Arif.

Dia mengaku, banyak jalur tikus di perbatasan sebagai salah satunya hambatan petugas Bea serta Cukai mengawasi peredaran narkoba yang masuk ke Indonesia. Ada 98 jalur tikus di selama lokasi perbatasan di Kal-bar. Jalan tikus susah dipantau, lantaran panjangnya lokasi perbatasan antarnegara. Sesaat petugas Bea Cukai jumlahnya sedikit. “Makanya kita selamanya merajut kerja sama dengan lembaga perihal yang ada di perbatasan, ” ujarnya.

Tidak cuman itu, beraneka modus dijalankan tersangka buat menyelundupkan barang haram itu ke lokasi Indonesia. Ini bisa bikin Bea serta Cukai kewalahan.

“Dalam tiga bln. paling akhir, di Nanga Badau mengambil alih 32 Kg. Selanjutnya di Entikong lewat Jagoi Babang jumlah 20 Kg serta 4 Kg. Saat ini BNN mengambil alih 15 Kg. Udah ada banyak sabu masuk ke Kal-bar, ” tegas Arif.