Ibu Tiri di Surabaya Tega Aniaya Anak Gara-gara HP

Ibu Tiri di Surabaya Tega Aniaya Anak Gara-gara HP – Seseorang ibu di Surabaya kerjakan penganiayaan terhadap anak tirinya cuma karena permasalahan remeh. Si anak tidak pengen diperintah isi kembali handphone punya si ibu tiri.

Wanita berinisal SNSR (35) asal Temanggung, Surabaya ini tega menganiaya anak tirinya yg baru berusia 11 tahun sampai alami luka memar di punggungnya.

Terasa iba, budhe dari anak itu memberikan laporan peristiwa ini pada pihak berwajib, Minggu (26/8) waktu lalu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Antonius Agus Rahmanto menuturkan kalau pihaknya terima laporan terdapatnya tindak kekerasan pada anak dibawah usia.

” Disaat kami dapatkan laporan, kami visumkan ke dokter. Hasil dari visum ada dua luka memar di punggung korban. Selanjutnya kami mengamankan terduga, ” kata Antonius terhadap wartawan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (7/9/2018).

Dari pernyataan terduga, anak tirinya tak ingin diperintah buat isi kembali handphone-nya. Karena emosi, bocah itu didorong oleh ibunya sampai punggungnya terbentur pelipis meja sampai alami luka memar.

Tetapi menurut Agus, terduga beralasan kerjakan kekerasan buat mendidik anak tirinya.

” Dari pernyataan pemeran kekerasan ini dilaksanakan buat mendidik. Tetapi dari pernyataan pemeran kekerasan ini dilaksanakan terhadap semua anaknya. Kita dapat selidiki ini serta dalami sejumlah seringkali kerjakan kekerasan ini. Karena sekarang korban masihlah trauma serta ketakutan serta memohon pingin pulang, ” papar Agus.

Sayangnya, ini bukan pertama si ibu tiri kerjakan penganiayaan pada bocah wanita itu. Bahkan juga tetangga korban mengakui seringkali dengar tangisan bocah itu waktu dianiaya oleh ibu tirinya.

Agus juga mengungkap, terduga didapati tinggal bersama dengan korban serta dua anak kandungnya sudah lama, dan bapak korban tidak tinggal bersama dengan mereka karena bekerja diluar kota.

” Buat bapak korban, waktu peristiwa tidak ada didalam rumah serta masihlah bekerja di Kalimantan, ” kata Agus.

Oleh polisi, bocah ini selanjutnya dipindahkan ke rumah budhenya. Buat memulihkan trauma si anak, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Dinas BP5A Kota Surabaya buat menyertai korban.