Menteri ESDM Memberi Status Izin Usaha Penambangan Ke PT Freeport

Menteri ESDM Memberi Status Izin Usaha Penambangan Ke PT Freeport – Kementerian Daya serta Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, pemberian status Izin Usaha Pertambangan Spesial (IUPK) sepanjang 6 bln. ke PT Freeport Indonesia yaitu untuk memberi kestabilan investasi perusahaan itu.

Direktur Jenderal Mineral serta Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot menyampaikan, ‎Freeport bakal lakukan investasi sebesar US$ 2, 2 miliar. Dana itu untuk bangun pemrosesan serta pemurnian (smelter), karenanya memerlukan kestabilan investasi.

” Dia ingin investasi smelter sekurang-kurangnya US$ 2 miliar, jadi dia inginkan stability invesment, ” kata Bambang, waktu menghadiri Indonesia Energy Conference, di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Menurut Bambang, bila Freeport menginginkan memperoleh izin ekspor mineral olahan (konsentrat) jadi mesti merubah status Kon‎trak Karya (KK) jadi IUPK. Tetapi untuk merubah status mengonsumsi saat yang lama, lantaran mesti lewat perundingan terlebih dulu.

” Bila ingin ekspor konsentrat mesti jadi IUPK, namun tidak sebentar, ” ucap Bambang.

Karenanya, untuk melindungi kestabilan investasi serta supaya Freeport dapat kembali lakukan ekspor konsentrat, instansinya memberi IUPK sepanjang 6 bln.. Dalam kurun saat itu Freeport dengan‎ pemerintah juga lakukan negosiasi mencari perjanjian untuk pergantian status permanen. Tetapi bila dalam 6 bln. tak meraih perjanjian Freeport dapat kembali menyandang status KK.

” Kita berikanlah IUPK, namun diberikan waktu‎ 6 bln. untuk lakukan perbincangan investment stability, lumrah bila investasi segitu butuh investment stability, ” tutup Bambang.